Buku Favorit Masa Kecil

Sapta Siaga karya Enid Blyton memiliki tempat yang tak tergantikan sebagai buku favorit masa kecilku. Sebetulnya novel anak-anak karya Enid Blyton terbilang banyak dan hampir semua sangat kusukai. Kalau dinilai secara objektif pun, Sapta Siaga bukan seri buku anak terbaik yang pernah ditulis oleh pengarang perempuan asal Inggris tersebut. Seri Lima Sekawan lebih banyak dikenal dan memiliki lebih banyak penggemar juga. Jadi, apa dong yang membuatku menobatkan seri Sapta Siaga menjadi buku favorit masa kecilku?

Ada kisah yang tak begitu menyenangkan di balik kecintaanku pada seri itu. Jadi, waktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, aku kehilangan seorang bibi yang mengasuhku sejak aku berumur empat tahun. Hilangnya bibiku berarti hilang pula temanku bermain dan bercerita di rumah. Apalagi tak lama berselang, sahabat terdekatku di sekolah pun melekat pada teman lain. Lengkap sudah kesepianku waktu itu.

Nah, pada suatu sore pergilah aku ke sebuah toko buku untuk membeli buku paket yang diwajibkan oleh sekolahku. Sambil menunggu pegawai toko mencarikan buku itu, pandanganku tertambat pada deretan buku yang dipajang di atas etalase. Kumiringkan kepalaku untuk membaca judul-judul yang berbaris di situ, lalu sampailah aku pada salah satu buku seri Sapta Siaga karangan Enid Blyton. Kutarik novel tipis itu dari deretan buku yang lain. Kesengsem aku dengan gambar sampulnya. Terpikat aku dengan sinopsisnya. Kuhitung lembar-lembar rupiah yang ada di dompetku … and just like that, buku itu pun menjadi milikku.

Begitulah kisah perjodohanku dengan Sapta Siaga yang berujung happy ending. Bolak-balik aku ke toko buku yang sama untuk membeli satu per satu buku seri itu dari uang sakuku. Dari satu judul ke judul lainnya kutekuni sampai akhirnya tamat. Kemudian setelah Sapta Siaga aku merambah ke Pasukan Mau Tahu, Lima Sekawan, Malory Towers, Seri Petualangan, dan kawan-kawan … semua dari pengarang yang sama. Barulah setelah itu aku berkenalan dengan karya-karya pengarang lain, seperti Agatha Christie, yang lebih berat dan serius buat seorang anak SD.

So, keterikatan emosional adalah alasan utamaku menetapkan Sapta Siaga sebagai buku favorit masa kecilku. Selain memang kualitas karya Enid Blyton jarang sekali mengecewakan, seri itu benar-benar menjadi pendamping setia yang menemaniku melewati masa-masa suram. Meskipun selepas itu aku berkelana dengan banyak karya penulis lain, Enid Blyton dan Sapta Siaga-nya tetap istimewa di hati dan tak akan pernah terganti.

Iklan

Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan waktu untuk berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s